Copyright ©2004 The Church Of the Good God. All rights reserved.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

RENCANA TUHAN

Berbicara tentang rencana Allah, pertama-tama kita harus mengerti bahwa rencana-Nya selalu baik Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan yang ada pada-Ku mengenai kamu demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Yeremia 29:11”
Jelas sekali ditegaskan di sini bahwa Allah tidak pernah merencanakan yang buruk kepada kita. Sejak pertama kali Tuhan membuat dunia ini Tuhan selalu merencanakan yang baik.

Setiap yang Ia buat selalu baik dan sempurna. Ini ditegaskan dalam Kejadian 1:31 “Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.”
Melihat keadaan dunia sekarang ini, bagaimanapun juga, kita tidak bisa mengingkari bahwa dunia ini dipenuhi dengan sakit-penyakit, wabah dan segala macam masalah. Manusia menderita dimana-mana. Sepertinya sudah tidak ada harapan lagi bagi manusia membebaskan diri dari masalah-masalah tersebut.

Dikarenakan keadaan seperti itu, manusia yang tidak berpengharapan mulai mempercayai bahwa Allah sudah mentakdirkan manusia masing-masing untuk menderita atau bahagia. Orang-orang yang percaya akan takdir mengatakan bahwa setiap orang memiliki nasib mereka sendiri dan tidak ada seorang pun yang dapat lepas darinya.                                                                  Kepercayaan ini benar-benar berlawanan dengan apa yang telah dituliskan oleh Alkitab, yang dengan jelas mengatakan bahwa Tuhan tidak pernah merencanakan manusia untuk menderita.

Iblislah yang selalu menindas manusia supaya menderita.
Padahal Tuhan telah mengutus Anak-Nya yang tunggal untuk membuka jalan bagi manusia yang percaya akan Dia agar diselamatkan dari penderitaan mereka.
Rencana Allah selalu baik. Yesus telah menanggung segala sakit-penyakit kita, dan penderitaan kita, supaya kita dapat hidup berkemenangan di dalam Dia.

Rencana Allah adalah baik karena Dia adalah Allah yang baik.
Tuhan memberkati.

1. Rencana Allah tidak berubah

Walaupun dunia ini senantiasa mengalami perubahan dari satu tahap kepada tahap yang lain, dan keberadaan manusia ditandai dengan perubahan, namun Tuhan adalah satu-satunya tidak pernah berubah (Maleakhi 3:6)

Dalam Ibrani 13:8 dikatakan bahwa Dia tetap sama dulu, sekarang dan sampai selamanya , maka dengan jelas dapatlah dilihat di sini bahwa Dia adalah Allah yang konsisten

Karena Dia adalah Allah yang benar-benar konsisten, maka rencana-Nyapun tidak ber-ubah-ubah. sejak pada awalnya Allah menciptakan langit dan bumi, rencana-Nya tetap sama.

Rencana Allah adalah absolute dan tidak dapat diubah-ubah oleh siapapun juga.

Beberapa keuntungan dari ketidakberubahan Rencana Allah

a. Di dalam Tuhan kita bisa bergantung dan berharap sepenuhnya kepada-Nya

Kita bisa menggantungkan hidup kita pada-Nya. Dia dapat kita percaya sepenuhnya. Janji-Nya dan Firman-Nya adalah benar. Apapun juga yang Dia janjikan, pasti akan digenapi-Nya. Dia tidak pernah mengubah janji-Nya dan Firman-Nya.

b. Di dalam Tuhan tidak ada ketidakadilan

Setiap ketidaktaatan pasti mendatangkan hukuman, sebaliknya setiap ketaatan pasti akan mendatangkan berkat! Tidak dicampur aduk menjadi satu. Inilah rencana Allah yang baik, tidak akan terpengaruh oleh apapun juga! Sekalipun tidak bisa disangkal bahwa dunia ini dipenuhi dengan segala ketidakadilan. Banyak terjadi di dunia ini, dimana ketidaktaatan justru dibenarkan sebaliknya ketaatan malah mendatangkan hukuman. Namun Dia tetap Allah yang adil, apabila manusia mau merendahkan dirinya dan mengaku dosanya, maka Tuhan pasti akan mengampuninya.

c. Di dalam Tuhan setiap rencana dan tujuan-Nya pasti akan digenapkan.

Karena rencana-Nya adalah baik, maka segala tujuan-Nyapun juga baik. Rencana yang baik ini tidak akan bisa dihalangi oleh apapun juga.

Puji Tuhan, rencana-Nya tidak berubah-ubah!  

2 Rencana Allah adalah rancangan yang kudus

Kekudusan adalah dasar dari nature atau hakekat Allah sendiri (Yesaya 43:3); Ini merupakan latarbelakang dari segala sesuatu yang dapat kita katakan tentang Allah. Dalam kitab Yesaya saja paling tidak disebutkan sebanyak lebih dari 30 kali mengenai Allah sebagai “Yang Mahakudus.”

Rencana-Nya benar-benar merupakan rencana yang kudus

Dalam kaitannya dengan kekudusan ini, di dalam Alkitab juga ada pernyataan-pernyataan sepertipanggilan kudus (2 Timotius 1:9)”; “rasul-rasul dan nabi-nabi yang kudus (Efesus 3:5)”; “bangsa yang kudus (I Petrus 2:9)”; “kota kudus (Wahyu 21:2)

Melalui kekudusan-Nya ini dapat kita lihat adanya;

a.       Rancangan kemurnian

Rencana-Nya senantiasa adalah rencana yang murni. Allah tidak pernah merancangkan sesuatu yang najis ataupun tidak murni. Pemahaman seperti yang diyakini oleh sebagian orang bahwa Allah juga sudah merencanakan atau menetapkan Adam dan Hawa untuk jatuh ke dalam dosa adalah sangat keliru, justru sebaliknya, Allah justru selalu ingin supaya umat-Nya hidup kudus dan murni di hadapan-Nya (1 Petrus 1:16).

b.      Rancangan kebenaran

Kebenaran merupakan salah satu aspek dalam kekudusan-Nya yang menyatakan suatu dimensi moral. Allah adalah Allah yang benar dan bisa dipercaya (Mazmur 25:8). Dialah yang memberikan hukum-hukum-Nya dan aturan-aturan kepada umat-Nya (Keluaran 19), sehingga mereka dapat berjalan dalam jalan kebenaran-Nya. Akan tetapi dalam hal ini ada suatu konsekuensi: yaitu bilamana umat-Nya meninggalkan jalan-Nya maka hukuman akan menimpa mereka. Karena Allah itu benar maka keadilanpun akan berlaku. Setiap pelanggaran pasti mendatangkan hukuman, sebaliknya setiap ketaatan akan mendatangkan berkat!

3. Rencana Allah adalah sempurna

Karena Allah adalah Allah yang mahasempurna (Matius 5:48), maka segenap rancangan-Nya pasti adalah rancangan yang sempurna (2 Samuel 22:31; Mazmur 18:31).

Di dalam bahasa Yunani, kata sempurna ini adalah teleios  yang berarti komplit, sempurna, mencapai tujuan.”

Dalam memahami kesempurnaan rencana Allah ini, kita harus mengerti bahwa:

a.       Rancangan Allah adalah tanpa cacat cela.

Dibandingkan dengan rencana manusia yang selalu penuh kekurangan, rencana Allah senantiasa sempurna dan tanpa cacat cela. Ulangan 32:4 menyatakan bahwa pekerjaan-Nya adalah sempurna.

b.      Rancangan Allah adalah rancangan yang mencapai tujuan-Nya.

Kesempurnaan rencana Allah di sini menyatakan bahwa tidak ada sesuatupun yang bisa menggagalkan apa yang sudah Allah rencanakan! Kejatuhan manusia ke dalam dosa bukanlah kegagalan Allah. Sekalipun Adam dan Hawa telah gagal tetapi rencana Allah tetap teguh. Buktinya melalui Yesus Kristus kegagalan manusia dilenyapkan, siapa yang percaya kepada-Nya diselamatkan     

 

 

 

 

 

 

 

 

 

.