|
RENCANA TUHAN
Berbicara tentang rencana
Allah, pertama-tama
kita harus mengerti bahwa rencana-Nya selalu baik “Sebab Aku ini mengetahui
rancangan-rancangan yang ada
pada-Ku mengenai kamu demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan
kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Yeremia 29:11”
Jelas sekali ditegaskan di sini bahwa Allah tidak pernah merencanakan yang buruk kepada kita. Sejak pertama kali Tuhan membuat dunia ini Tuhan
selalu merencanakan
yang baik.
Setiap yang Ia buat selalu baik dan sempurna.
Ini ditegaskan dalam Kejadian
1:31 “Maka Allah melihat
segala yang dijadikan-Nya
itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.”
Melihat keadaan dunia sekarang ini, bagaimanapun juga, kita tidak bisa mengingkari bahwa dunia ini dipenuhi
dengan sakit-penyakit, wabah dan segala
macam masalah. Manusia menderita dimana-mana. Sepertinya sudah tidak ada harapan lagi bagi manusia
membebaskan diri dari masalah-masalah tersebut.
Dikarenakan keadaan seperti itu, manusia yang tidak berpengharapan mulai mempercayai bahwa Allah sudah mentakdirkan manusia masing-masing untuk menderita atau bahagia. Orang-orang yang percaya akan takdir mengatakan bahwa setiap orang memiliki nasib mereka sendiri dan tidak ada
seorang pun yang dapat lepas darinya.
Kepercayaan ini benar-benar berlawanan dengan apa yang telah dituliskan oleh Alkitab, yang dengan jelas mengatakan bahwa Tuhan tidak pernah merencanakan manusia untuk menderita.
Iblislah yang selalu menindas manusia supaya menderita.
Padahal Tuhan telah mengutus Anak-Nya yang tunggal untuk membuka jalan bagi manusia yang percaya akan Dia agar diselamatkan dari penderitaan mereka.
Rencana Allah selalu baik. Yesus telah menanggung segala sakit-penyakit kita, dan penderitaan
kita, supaya kita dapat hidup berkemenangan di dalam Dia.
Rencana Allah adalah baik karena Dia adalah Allah yang baik.
Tuhan memberkati.
1. Rencana
Allah tidak berubah
Walaupun dunia ini
senantiasa mengalami perubahan dari satu tahap kepada tahap yang lain, dan keberadaan manusia ditandai dengan perubahan, namun Tuhan adalah satu-satunya tidak pernah berubah (Maleakhi 3:6)
Dalam Ibrani 13:8 dikatakan
bahwa Dia tetap sama dulu, sekarang dan sampai selamanya , maka dengan jelas dapatlah dilihat di sini bahwa
Dia adalah Allah yang konsisten
Karena Dia adalah
Allah yang benar-benar konsisten,
maka rencana-Nyapun tidak ber-ubah-ubah. sejak pada
awalnya Allah menciptakan
langit dan bumi, rencana-Nya tetap sama.
Rencana Allah adalah absolute dan tidak dapat
diubah-ubah oleh siapapun juga.
Beberapa keuntungan dari ketidakberubahan Rencana Allah
a. Di dalam Tuhan
kita bisa bergantung dan berharap sepenuhnya kepada-Nya
Kita bisa menggantungkan hidup kita pada-Nya. Dia dapat kita
percaya sepenuhnya. Janji-Nya dan Firman-Nya adalah benar. Apapun juga yang Dia janjikan, pasti akan digenapi-Nya. Dia tidak pernah
mengubah janji-Nya dan Firman-Nya.
b. Di dalam Tuhan
tidak ada ketidakadilan
Setiap ketidaktaatan pasti mendatangkan hukuman, sebaliknya setiap ketaatan pasti akan mendatangkan berkat! Tidak dicampur aduk menjadi satu. Inilah rencana Allah yang baik, tidak akan terpengaruh oleh apapun juga! Sekalipun tidak bisa disangkal bahwa dunia ini dipenuhi dengan segala ketidakadilan. Banyak terjadi di dunia ini, dimana ketidaktaatan justru dibenarkan sebaliknya ketaatan malah mendatangkan hukuman. Namun Dia tetap Allah yang adil, apabila manusia mau merendahkan dirinya dan mengaku dosanya, maka Tuhan pasti akan mengampuninya.
c. Di dalam Tuhan
setiap rencana dan tujuan-Nya pasti akan digenapkan.
Karena rencana-Nya adalah baik, maka segala tujuan-Nyapun juga baik. Rencana yang baik ini tidak
akan bisa dihalangi oleh apapun juga.
Puji Tuhan, rencana-Nya
tidak berubah-ubah!
2 Rencana
Allah adalah rancangan
yang kudus
Kekudusan adalah dasar
dari nature atau hakekat Allah sendiri (Yesaya 43:3);
Ini merupakan latarbelakang dari segala sesuatu yang dapat kita katakan tentang Allah. Dalam kitab Yesaya saja paling tidak disebutkan sebanyak lebih dari 30 kali mengenai Allah sebagai “Yang Mahakudus.”
Rencana-Nya benar-benar merupakan rencana yang kudus
Dalam kaitannya dengan kekudusan ini, di dalam Alkitab
juga ada pernyataan-pernyataan seperti
“panggilan kudus (2 Timotius 1:9)”; “rasul-rasul dan nabi-nabi yang kudus (Efesus
3:5)”; “bangsa yang kudus (I Petrus 2:9)”;
“kota kudus (Wahyu 21:2)”
Melalui kekudusan-Nya ini dapat kita lihat adanya;
a. Rancangan kemurnian
Rencana-Nya senantiasa adalah rencana yang murni. Allah tidak pernah merancangkan sesuatu yang najis ataupun tidak murni. Pemahaman seperti yang diyakini oleh sebagian orang bahwa Allah juga sudah merencanakan atau menetapkan Adam dan Hawa untuk
jatuh ke dalam dosa adalah sangat keliru, justru sebaliknya, Allah justru selalu ingin supaya umat-Nya hidup kudus dan murni di hadapan-Nya
(1 Petrus
1:16).
b. Rancangan kebenaran
Kebenaran merupakan salah satu aspek dalam kekudusan-Nya yang menyatakan suatu dimensi moral. Allah adalah
Allah yang benar dan bisa dipercaya (Mazmur 25:8).
Dialah yang memberikan hukum-hukum-Nya dan aturan-aturan kepada umat-Nya (Keluaran 19), sehingga mereka dapat berjalan dalam jalan kebenaran-Nya. Akan tetapi dalam hal ini
ada suatu konsekuensi: yaitu bilamana umat-Nya meninggalkan jalan-Nya maka hukuman akan menimpa mereka. Karena Allah itu benar maka
keadilanpun akan berlaku. Setiap pelanggaran pasti mendatangkan hukuman, sebaliknya setiap ketaatan akan mendatangkan berkat!
3. Rencana
Allah adalah sempurna
Karena Allah adalah Allah yang mahasempurna (Matius 5:48), maka segenap rancangan-Nya pasti adalah rancangan yang sempurna (2 Samuel 22:31; Mazmur
18:31).
Di dalam bahasa
Yunani, kata sempurna ini adalah “teleios” yang
berarti “komplit, sempurna, mencapai tujuan.”
Dalam memahami kesempurnaan
rencana Allah ini, kita harus mengerti bahwa:
a.
Rancangan Allah adalah tanpa cacat cela.
Dibandingkan dengan rencana
manusia yang selalu penuh kekurangan, rencana Allah senantiasa sempurna dan tanpa cacat cela. Ulangan 32:4 menyatakan bahwa pekerjaan-Nya adalah sempurna.
b.
Rancangan Allah adalah rancangan yang mencapai tujuan-Nya.
Kesempurnaan rencana Allah di sini menyatakan
bahwa tidak ada sesuatupun yang bisa menggagalkan apa yang sudah Allah rencanakan! Kejatuhan manusia ke dalam dosa bukanlah kegagalan Allah. Sekalipun Adam dan Hawa telah gagal tetapi rencana Allah tetap teguh. Buktinya melalui Yesus Kristus kegagalan manusia dilenyapkan, siapa yang percaya kepada-Nya diselamatkan
|